Mahasiswa STEBI Tanggamus mengikuti seminar bertajuk “Be Your Self: Menjadi Pribadi Otentik, Percaya Diri, dan Berkarakter” yang digelar di aula kampus setempat, Sabtu, 14 Februari 2026. Kegiatan ini menghadirkan narasumber Dr. Th (Can) E. Yunaeti Anggraeni, dosen dari IBN Lampung.
Seminar ini diselenggarakan sebagai respons atas berbagai tantangan yang dihadapi mahasiswa masa kini, mulai dari tekanan akademik, persaingan karier, hingga kuatnya pengaruh media sosial yang kerap memicu krisis kepercayaan diri dan kebingungan identitas.
Dalam suasana interaktif, peserta diajak memahami bahwa setiap individu memiliki keunikan dan nilai yang tidak perlu dibandingkan dengan orang lain.
Dalam pemaparannya, Dr. Yunaeti menegaskan pentingnya konsep Be Your Self sebagai fondasi pengembangan karakter mahasiswa.
“Setiap orang unik dan bernilai. Tidak perlu menjadi orang lain, karena kesuksesan justru dimulai dari penerimaan diri,” ujarnya. Ia juga menekankan pesan utama seminar, “Menjadi diri sendiri adalah keberanian terbesar.”
Materi seminar dibagi ke dalam beberapa aspek utama. Pertama, mengenal diri (self awareness), yakni kemampuan menyadari kelebihan dan kekurangan, memahami minat serta bakat, serta melakukan refleksi diri sebagai dasar pengembangan karakter. Kedua, menerima diri (self acceptance) dengan menghargai diri sendiri, tidak membenci kekurangan, tidak minder dengan latar belakang, serta fokus pada proses tanpa terjebak dalam perbandingan.
Aspek ketiga adalah percaya diri (self confidence). Menurut narasumber, percaya diri bukan berarti sombong atau meremehkan orang lain, melainkan keyakinan pada kemampuan diri dan keberanian untuk mencoba, sekaligus bertanggung jawab atas setiap pilihan yang diambil. Selain itu, peserta juga diingatkan untuk bijak bermedia sosial dengan menghindari perbandingan berlebihan dan tidak menggantungkan nilai diri pada likes maupun followers.
Konsep Be Your Self kemudian dikaitkan dengan implementasi nyata bagi mahasiswa STEBI Tanggamus. Dalam bidang akademik, mahasiswa didorong untuk menjunjung kejujuran dan amanah. Dalam organisasi, diharapkan tampil berani, beretika, dan berkarakter. Sementara dalam karier dan wirausaha, mahasiswa diajak menemukan passion serta menanamkan etika sebagai bekal masa depan.
Menutup seminar, Dr. Yunaeti menegaskan bahwa menjadi diri sendiri adalah sebuah proses berkelanjutan. “Mengenal diri, menerima diri, lalu bertumbuh. Itulah perjalanan yang harus dijalani,” tuturnya. Seminar kemudian dilanjutkan dengan sesi refleksi dan diskusi, di mana peserta membahas tantangan terbesar menjadi diri sendiri, pengalaman merasa minder akibat perbandingan sosial, serta cara menjadi diri sendiri tanpa melanggar nilai-nilai kehidupan.